Selasa, 18 Juni 2013

Makalah Pembanding Agama Suku Aborigin Australia

Makalah Pembanding Aborigin
Disusun Oleh :

Muhammad Haikal Rahmatullah
1110032100011



A.     SEJARAH ABORIGIN
Suku aborigin di Australia diperkirakan bermigrasi dari Afrika menuju Asia sekitar 70.000 tahun lalu, kemudian menetap di daratan Australia sejak 60.000 tahun lalu, bahkan dalam sumber lain dikatakan bahwa suku ini sudah ada sejak 125.000 tahun lalu, hal ini tentu menimbulkan perdebatan dikalangan peneliti karena banyak pendapat yang memperkirakan keberadaan suku Aborigin pertamakali. Istilah Aborigin secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu “Ab” yang artinya “Dari” dan “Origo” yang artinya “Asal/Awal”, disisi lain ada pula sebuah kebudayaan yang terlahir dari suku Torrest, mereka bermukim didaerah selat tores kepulauan papua new gini, kebudayaan Aborigin dengan Suku Torres sangatlah berbeda hal ini terlihat dari bahasa yang digunakan dalam masing-masing suku.
Dalam sistem kebudayaannya suku Aborigin terkenal akan kemahirannya dalam berburu, serta hidupnya yang berpindah-pindah karena menyesuaikan ketersediaaan bahan pangan alam. Sejarah mencatat bahwa dalam suku Aborigin terdapat 300 klan dengan 250 varian bahasa dan 700 macam dialek. setiap klan memiliki tradisi juga kepercayaan yang berbeda-beda ditambah dengan kehidupannya yang nomaden, ada yang hidup di hutan, gurun, pedalaman, pegunungan bersalju dan pesisir akan tetapi mereka semua memiliki satu kepercayaan yang sama tentang “Dreamtime” atau “Masa Impian”.
Aborigin memiliki hukum sosial dan perkawinan kompleks, berdasarkan pengelompokan manusia di dalam masyarakat mereka, Mereka juga memiliki sistem kekerabatan yang kompleks di mana setiap orang berhubungan dengan orang lain, untuk memahami hal ini ada tiga aspek yang harus dipahamai yaitu :

  1. Penataan fisik masyarakat dalam hal jumlah - keluarga, dan suku.
Sebuah suku atau kelompok dikelompokkan menurut bahasanya masing-masing mungkin sekitar 500 orang/kelompoknya, biasanya terdiri dari 10-20 Band bergabung bersama-sama untuk hari ke hari berburu dan mengumpulkan makanan, Setiap Band bisa disebut juga "gerombolan", dan Dalam setiap gerombolan terdapat beberapa keluarga.

  1. Penataan agama berdasarkan keyakinan dan adat istiadat, totem, dan hukum pernikahan.

  1. Penataan sistem struktul sosial.
Sistem sosial ini memungkinkan setiap orang dalam masyarakat Aborigin disebutkan namanya dalam hubungannya satu sama lain, Ini terlihat ketika orang non Aborigin pergi untuk hidup dalam komunitas Aborigin, dan dengan bangga menceritakan teman-teman mereka bahwa mereka telah diadopsi oleh kelompok, yang disebut "ibu / bapak", "anak / anak" atau "saudara / saudari" kepada seseorang. Ketika Aborigin menerima orang luar ke dalam kelompok mereka, mereka harus memberikan nama kepada orang itu dalam kaitannya dengan diri mereka sendiri, untuk memungkinkan orang itu untuk masuk ke dalam masyarakat mereka.

Klan adalah unit penting dalam masyarakat Aborigin, setiap klan memiliki nama sendiri dan wilayahnya masing-masing serta merupakan unit lahan pemilikan. Setiap Klan terdiri dari 40-50 kelompok orang dengan wilayah umum dan totem, dan memiliki nama grup mereka sendiri. Ini terdiri dari kelompok keluarga besar, pada umumnya seorang laki-laki yang terlahir dia akan masuk ke dalam klan dan tetap berada di wilayah marga (keturunan). Akan tetapi Tidak semua anggota klan tinggal di wilayah satu marga, misalnya seorang putri satu marga pergi untuk hidup di wilayah marga suami mereka, jika itu adalah tradisi untuk suku itu. Meskipun klan memiliki wilayahnya sendiri, anggota dari satu klan akan hidup dengan yang lain.

B.      PERKEMBANGAN SUKU ABORIGIN
Suku Aborigin sama sekali tidak membangun peradaban dalam bentuk fisik bangunan megah seperti halnya peradaban-peradaban kuno lainnya akan tetapi semua aspek kehidupannya tertuang dalam suatu karya seni yang terbilang maju seperti lukisan-lukisan besar di cadas, lagu-lagu, serta jenis-jenis tarian panjang yang berisi cerita seperti halnya opera di era modern ini, Semua ini merupakan hasil peradaban Aborigin yang sangat unik ditambah lagi dengan nilai-nilai spiritual keagamaanya.
Orang-orang Aborigin hidup dalam kelompok masing-masing, gerombolan serta bertemu pada saat-saat upacara, suku Aborigin ternyata telah memiliki hokum sosial dan perkawinan yang kompleks dalam kehidupan masyarakat mereka seperti :
  1. Perumahan
Konsep rumah yang dibangun oleh suku aborigin adalah tempat sederhana yang ditutupi oleh lembaran dedaunan secara tumpang tindih, ada pula yang tidur di luar ruangan alias alam terbuka dengan ditemani api unggun.
Gaya arsitek serta bahan bangunan yang dipakai untuk membuat sebuah rumah pastilah sangat berbeda-beda tergantung daerah yang ditempatinya masing-masing.
Winter shelter covered in spinifex grass used throughout inland Australia. Simple shelter made from bent over stringy-bark. Northern Territory. PH 412/222, J.A. Austin Collection, Northern Territory Library.
Sejak kedatangan bangsa Eropa ke tanah Australia yang dahulunya disebut dengan “New Holland” di abad ke-17, akan tetapi justifikasi kepemilikan Australia sebagai bagian dari inggris baru terdeklarasi pada tahun 1770 oleh Kapten James Cook, wilayah ini kemudian dijadikan sebagai koloni terhukum dan pada tanggal 26 Januari 1788, 11 armada kapal pertama telah membawa 1.500 orang (setengahnya merupakan narapidana) tiba di pelabuhan Sydney, proses migrasi narapidana ini berlanjut sampai tahun 1868, sejarah mencatat sekitar 160.000 pria dan wanita telah dating ke Australia sebagai narapidana, pada tahun 1820-an banyak sekali penduduk eropa ini melakukan ekspansi terhadap wilayahnya yang akan dijadikan sebagai tempat pemukiman serta lading yang tentunya telah merugikan suku aborigin yang terlebih dahulu telah menempati tanah itu, sehingga suku Aborigin harus rela tersingkirkan oleh orang-orang Eropa, tidak sedikit dari tindakan ini yang menggunakan kekerasan seperti penggunaan Senjata.

C.      SISTEM KEPERCAYAAN
Suku Aborigin mempercayai konsep Dewa-dewa, mereka dikenal sangat religious dan spiritual, berbeda dengan kepercayaan indonesia kuno Aborigin tidak memiliki dan mempercayai konsep Animisme akan tetapi mereka meyakini adanya reinkarnasi yaitu mereka percaya bahwa banyak hewan dan tumbuhan yang dipertukarkan dengan kehidupan manusia dari roh atau jiwa. 
 Aborigin Australia meyakini bahwa yang menciptakan dunia ini beserta aturannya adalah nenek moyang mereka, dan mereka pun percaya dunia ini masih terus diciptakan mereka menyebutnya dengan “Dreamtime” atau “proses penciptaan”, untuk memasuki proses penciptaan ini (masa lalu, sekarang dan masa depan) mereka melakukan sebuah upacara sampai proses penciptaan itu tergambarkan baik kedalam sebuah lukisan, tarian, nyanyian dan juga cerita.

D.     DAFTAR PUSTAKA

www.aboriginalculture.org, www.wikipedia/indigenousaustralian.com, World Religion, Firs Edition, Ramdas Lamb, Editor (USA, The Asia Foundation).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar